VI

1491 Kata

“Mencintai kamu dengan beragam cara dan rupa.” -              Tama bernafas dengan lega saat menemukan Senja sedang duduk di sofa lobi. Entah harus beryukur karena Senja bukan tipikal perempuan yang akan kabur saja tanpa mendengarkan penjelasan ( Walau secara garis besar Senja telah melakukannya) tapi Senja tidak meninggalkan Tama. Dia tidak pergi dan membuat Tama semakin kelimpungan dan bingung.             Mata mereka bertemu, dan Senja beringsut menjauh. Menjauhi sofa yang niatannya akan di duduki Tama. Entah kenapa hati Tama ngilu, sakit saat melihat tatapan Senja.             Tidak!! Jangan percaya pikiran pikiran buruk kamu Senjana...             Batin Tama menjerit, pasti ia sudah mendapatkan predikat buruk di mata perempuan itu.             “Kamu sudah selesai?”           

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN