Arka tak bisa menenangkan Shilla. Ia bahkan harus membaca map itu berulang ulang kali hanya untuk mendapati rasa sakit yang membuat Shilla akhirnya pergi. Bukan keadaan yang di salahkan. Arka lebih kecewa dari apapun. Ia sangat kecewa pada dirinya sendiri. Kenapa aku engga bisa ngelindungin kamu Shill?? Sepayah itu aku jadi suami. Shilla sadar. Ini bukan hal yang tepat untuk di lakukan. Dengan cepat Shilla menjauhkan tubuhnya, tapi tidak bisa karena pelukan Arka kian mengerat. “Dan kamu tau satu hal Shill, satu hal yang membuat aku lebih unggul dari kamu...” Arka berbisik dengan tenang. “Hal yang bahkan akan lebih mengejutkan, karena hanya aku yang tau.” Arka mengusap rambut Shilla dengan lembut. “Aku tidak pernah menandatangi surat cerai

