“Manusia berulang kali jatuh cinta, tapi terkadang tidak pada pemiliknya.” - Senja sudah bangun, dan Tama sudah bangun lebih dahulu darinya. Senja sengaja pura pura masih terlelap. Laki laki itu juga bersiap ke kantor dengan kediaman. Mengenakan kemeja, dasi dan jas dengan bisu. Sesekali Tama melirik ke tubuh Senja di balik selimut yang masih meringkuk nyaman. Semalam. Adalah perdebatan panjang yang tak bisa di hindari. “Bangun Senja,” pinta Tama dengan suara yang sangat tenang, namun sarat dengan perintah yang tak bisa di bantah. “Aku akan bilang pada Mamaku kalau bulan madu itu tidak bisa di laksanakan. Bukan karena kamu keberatan.” Senja sangat kaget, karena ingat betapa pertengkaran hebat semalam hanya karena masalah bulan madu.

