“Nona, bersediakah kamu menjelma menjadi Nyonya?” - Ini sudah sangat malam. Tapi malam tak bisa membuat Senja berhenti berpikir. Entah kenapa ia mulai banyak berpikir. Dan itu hanya di hiasi nama Tama dan Sarah. Mengingatkan Senja bagiamana dekatnya hubungan dua orang itu dulunya. Jika di bandingkan dengan Sarah. Kecantikan Senja dan Sarah jauh berbeda. Ibaratnya, tanpa berusaha sangat keras-pun. Sarah sudah terlihat sangat cantik dan menawan. Senja berbeda. Ia cantik khas orang indonesia dengan kulit bersih dan hidung yang mancung sewajarnya. Yang membuat Senja menarik adalah, mata gelapnya yang jernih dan seperti mengkilat saat orang orang bertatapan dengannya. “Jangan ganggu pikiranku, kumohon...” Senja menutup telinganya dengan bantal gulingnya d

