Arelia dan Nathan

1120 Kata

Malam telah larut ketika Nada mengetuk pintu rumah Arelia. Lebih tepatnya pintu rumahnya dahulu. Sudah lumayan lama ia di luar, tetapi belum ada tanda-tanda gadis itu akan membukakan pintu. Dengan sabar dan menahan diri dari dinginnya malam, ia terus mengetuk dan memanggil nama sahabatnya itu. “Arel, ayo buka. Kamu kenapa? Jangan kayak gini, dong,” ucap Nada. Tangannya mulai lelah dan sakit karena terus menggedor pintu tanpa balasan.  Gadis yang ada di dalam akhirnya menyerah dan membukakan pintu. Hal yang pertama kali dilihat Nada adalah mata sembab gadis itu. Pipinya sudah basah oleh air mata. Bibirnya bergetar. Wajah cantik sahabatnya menghilang sementara. “Mau cerita di dalam atau di luar?” tanya Nada lembut. Gadis yang ditanya itu membuka pintu lebih lebar dan mempersilakan Nada u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN