Keenan yang melihat maminya menelfonnya langsung mengangkatnya cepat. “Mami,” panggilnya. “Keenan, Keenan lagi apa?” “Ngerjain PR.” jawabnya. “Pinternya anak mami.” Keenan diam saja tak mejawabnya. “Keenan mau kesini nggak? Ke rumah mami?” “Mau mami mau. Serius? Boleh?” tanyanya senang. “Iya.” “Beneran? Mami nggak bohong kan?” “Enggak. Kalau Keenan mau, nanti mami bilang ke papa biar di izinin.” “Iya mami. Iya. Keenan mau.” “Yaudah kalau gitu, Keenan kerjain PRnya dulu ya, mami telfon papa.” “Iya mami. I love you.” “I love you too honey.” Keenan tersenyum lebar. Ia dengan semangat mengerjakan PR nya. Ia tak sabar bertemu dengan maminya lagi. Ia sudah sangat merindukan maminya dan ingin memeluknya. Sementara itu di rumah Daniel. Alma lagi-lagi mengancam akan bunuh diri jika

