Keenan menangis sampai di rumah Gina. Ia tak percaya maminya seperti itu. Maminya sangat baik. Jadi tidak mungkin maminya pelakor ataupun p*****r seperti yang di sebutkan oleh mamanya itu. “Keenan,” Keenan yang mendengar suara papanya langsung mengusap air matanya. “Iya Pa?” sautnya yang kemudian mendekati papanya. “Keenan ini uang jajan kamu ya,” ucap Daniel yang kemudian memberikan beberapa lembar uang ratusan ribu. “Papa tiba-tiba ada meeting di Lembar. Sorry ya, kalau papa nanti ga bisa nemuin kamu.” “Pa, Keenan mau ke mami.” “Nggak boleh!” “Kenapa?” tanya Keenan. “Kamu masih kecil jadi nggak usah tau.” jawab Daniel yang kemudian mencium kening Keenan. Daniel gengsi dan takut untuk mengakui bahwa Keenan lebih bahagia tinggal bersama Alessia. Ia tau seharusnya ia tak egois tapi

