Keenan menatap maminya yang membereskan baju-baju miliknya ke dalam koper. Ia tidak berani menegur atau mengajak maminya bicara karena takut. Sepertinya maminya masih sangat marah dengan ucapannya. Mangkanya sekarang maminya mengusirnya. “Nanti, dianterin sama Om Mahesa pulang.” kata Alessia singkat. Keenan ingin berkata bahwa ia tidak ingin pulang dan masih ingin disisi menemani Alessia tapi, ia takut. Ucapannya barusan pasti sangat melukai perasaan maminya. Alhasil Keenan hanya bisa diam saja sampai ia dan Mahesa masuk kedalam bandara. Airmata Keenan jatuh. Ia terisak pelan hingga hal tersebut membuat Mahesa memberikan perhatiannya. “Kok nangis?” “Mami kayaknya benci banget sama Keenan. Mami kayaknya nggak akan mau ketemu Keenan lagi.” isaknya. “Bagus dong, kan Keenan nggak mau pun

