CHAPTER ONE
Menikah bukanlah sebuah akhir, namun itu merupakan sebuah awal dari perjalanan. Kalian akan menemukan banyak hal yang tidak pernah kalian ketahui sebelumnya. Kebahagiaan, rasa aman, kasih sayang, dan juga rasa sakit hati. Aku tidak akan menyebutkan tentang kekecewaan dan sebagainya karena rasa sakit hati sudah cukup untuk mewakili semua itu.
Pernikahan adalah tentang seberapa kuat kalian menjalaninya.
Seberapa kuat kalian menoleransi rasa sakit tersebut.
***
Aletha tahu suaminya, Noah McKlen tidak mencintainya. Aletha juga tahu bahwa suaminya itu terlibat affair di kantornya.
Namun Aletha, hanya menutup mata dengan semua yang ia ketahui itu, karena ia hanya ingin menjaga pernikahannya dengan seorang Noah McKlen.
Tidak tahu apa pandangan Noah terhadap pernikahan. Namun bagi Aletha, pernikahan adalah sekali untuk seumur hidupnya.
Maka selama Aletha bisa mempertahankannya sekarang maka ia akan melakukannya.
Itu yang selalu Aletha katakan kepada dirinya namun tidak lagi sampai ia mencapai batas dimana ia tidak lagi bisa bersabar dan menahan.
Tidak sampai Noah membawa seorang wanita lain ke rumah kediaman mereka. Aletha mengatakan bahwa ia tidak akan pulang pada malam itu, itu adalah bohong tentunya.
Karena sepanjang hari ia tinggal di apartment kenalannya dan kembali pada tengah malam secara diam-diam dan menemukan Noah bersama seorang wanita di kamar mereka.
Ulang tahun usia pernikahan mereka yang pertama seharusnya akan menjadi waktu yang tepat bagi Aletha menyampaikan semuanya. Aletha tidak berharap itu berakhir indah atau pun romantis, Aletha hanya ingin berakhir dengan baik-baik saja dan lega.
Namun siapa yang kira bahwa Aletha pada akhirnya tidak bisa menemui Noah pada malam itu karena suaminya telah membatalkan janji makan malam mereka dan hal yang paling tidak terduga adalah Aletha mengalami kecelakaan saat ia menyetir pulang ke rumah.
Itu adalah hal terakhir yang membuatnya berpikir bahwa ia akan mati di usianya yang baru menginjak dua puluh. Aletha tidak pernah berpikir bahwa ia akan mati karena kecelakaan dan tidak bahagia.
***
Noah McKlen adalah seorang taipan di usia yang masih cukup muda. Hidupnya sempurna, kecuali satu hal, yaitu pernikahannya dengan wanita bernama Aletha Winter adalah hal terakhir yang Noah inginkan.
Setidaknya begitu hingga suatu hari, tepat pada hari peringatan usia pernikahan mereka yang menginjak satu tahun, Noah menemukan istrinya, Aletha, yang terbaring di atas tempat tidur rumah sakit dalam keadaan koma.
Aletha kecelakaan tepat setelah Noah membatalkan makan malam mereka untuk makan malam bersama rekan bisnisnya.
Aletha seharusnya kembali ke rumah namun hingga Noah sampai, wanita itu tidak ada di mana pun hingga Noah mendapat kabar bahwa istrinya mengalami kecelakaan yang hampir menewaskan wanita itu.
Aletha kehilangan fungsi karena tubuhnya yang lemah dan juga wanita itu kehilangan banyak darah pasca kecelakaan tersebut.
Noah hampir kehilangan istrinya, itulah yang terbesit di dalam kepala pria itu saat melihat tubuh pucat Aletha dengan bantuan alat penunjang kehidupan serta perban hampir di seluruh bagian tubuh istrinya.
Tidur panjang yang mengerikan hingga Noah tidak tahu apakah ia akan mendengar kabar tentang Aletha lagi atau tidak, apakah ia akan melihat sepasang mata aneh milik Aletha lagi atau tidak.
Pernikahan adalah hal terakhir yang diinginkan Noah.
Namun jika memang itu adalah hal terakhir yang diinginkan Noah, lalu kenapa pria itu tanpa sadar merasa kalap saat melihat surat perceraian yang disiapkan Aletha kepadanya jauh sebelum wanita itu mengalami kecelakaan?
Bukankah itu juga yang Noah inginkan untuk keadaannya saat ini?