45

1007 Kata

Cicak-cicak di dinding Diam-diam merayap Datang seekor nyam... "Happ!!" "Babang!" "Belum selesai lagunya. Udah main hap-hap aja," kesal Abel sambil menatap Razka yang malah cengengesan. Dariel yang mendengar perdebatan mereka pura-pura mengalihkan pandangannya ke jendela mobil. Ia tidak mau ikut campur antar perkelahian singa dan macan. "Mana teriaknya di kuping Abel lagi, keras pula," lanjut Abel dengan terus mencibir Razka. Adrian dan Nara yang berada di bangku depan mobil hanya saling pandang melihat tingkah usil Razka pada Abel. Heran, padahal Razka jarang sekali mengusuli orang lain apalagi teman sebayanya. Tapi, entah mengapa bocah laki-laki itu senang sekali menguisili Abel. Saat ini mereka tengah berada di dalam mobil Adrian untuk mengantarkan Abel pulang ke rumahnya. Dan,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN