32

1070 Kata

Nara baru saja keluar dari kamar untuk menggantinya pakaian yang lebih santai, saat hendak menuju dapur langkahnya terhenti saat mendengar suara yang berasal dari luar rumah. Nara juga tidak menemukan keberadaan dua anaknya. "Ciat! Babang kena!" "Gak kena wlekk!" "Rasaiin nih meriam air!" Mulut Nara sukses terbuka sempurna saat melihat kondisi kedua anaknya yang telah basah kuyup. Dari ujung kepala hingga kaki, semuanya telah basah. Keduanya begitu asik sehingga tidak merasakan kehadiran Nara yang sudah berkacak pinggang menatap keduanya. "Babang Iyel!" Spontan tubuh kedua anak itu terhenti saat mendengar suara Nara. Dariel dan Razka hanya bisa pasrah saat Bunda mereka mendekat ke arah mereka. "Iyel tadi yang ngambil pistolnya, Nda." Tunjuk Razka pada Dariel. Sedangkan Dariel menger

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN