"Nara..." Adrian dengan cepat menyusul Nara yang melarikan diri menuju dapur. Wanita itu sama sekali tidak merespon panggilan Adrian untuk menghentikan langkahnya. Barulah saat Adrian mencekal tangan Nara, perempuan itu berhenti. Tepat berada di pintu kulkas. "Apa, Adrian?" tanya Nara dengan muka datarnya. Adrian juga mendengar nada ketus dari mulut wanita yang masih menjadi isterinya itu. "Aku minta maaf, Nara. Aku emosi waktu itu. Pulanglah bersamaku," ujar Adrian yang kini menggenggam tangan Nara. Sedangkan wanita itu sama sekali tidak tersentuh dengan ucapan Adrian. "Sekarang kamu minta maaf dan besok akan mengulanginya lagi. Begitu aja terus sampai kamu sukses!" sahut Nara sambil berusaha melepaskan tangan Adrian. Adrian menghembuskan nafasnya gusar. Ia sudah menebak bahwa Nara t

