Adrian memejamkan matanya saat mendengar suara pintu terbuka dari kamarnya. Setelah semalam ia harus bergadang karena Dariel dan Razka tidak berhenti minta ditepuk-tepuk buntutnya dan digosok-gosok badannya, akhirnya saat tengah malam kedua anaknya itu tertidur pulas. Adrian butuh tidur sekarang, ia sudah sangat lelah. Maka saat kedua anaknya itu minta dimandikan. Adrian hanya diam saja layaknya orang mati. Dan, sekarang Adrian penasaran siapa yang akan datang. Dua penganggu kecil itu atau Nara? "Adrian..." Binggo! Adrian tersenyum senang didalam hatinya. Ia masih berpura-pura tidur dan seolah-olah tidak mendengar panggilan lembut Nara. "Adrian, bangun..." Saat Nara hendak manarik selimut yang membalut tubuh Adrian, laki-laki itu telah lebih dulu menarik lengan Nara agar jatuh kedala

