"Sakit yah..." Adrian mengalihkan pandangannya ke samping, dimana ada anaknya yang terus meringgis kesakitan. Ada rasa sakit yang sulit Adrian ungkapkan saat melihat kondisi Razka saat ini. Ia juga merutuki jalan yang sangat lamban bergerak, membuatnya harus lebih lama sampai ke rumah sakit. "Sabar ya, Bang." Tangan Adrian terus megenggam tangan pucat dan dingin milik Razka, berharap bisa sedikit mengobati rasa sakit anaknya. Setelah melihat darah tersebut berasal dari kepala Razka, hal itu membuat Adrian panik luar biasa. Tanpa basa-basi lagi pria itu membawa anaknya ke rumah sakit. Bahkan Adrian tak sempat memberi tahu Nara. "Bunda... Maafin Babang..." Sumpah demi apapun, Adrian ingin menangis rasanya sekarang. Melihat anaknya yang terus berguman sakit yah dan Bunda maafin, Babang m

