Nara hanya pingsan. Adrian bisa bernafas lega saat Nara kembali sadar dan mereka semua sedang menuju Rumah Sakit terdekat. Tapi, ada hal yang membuat Adrian bahagia plus merasa sedih saat ini. Sedih karena kedua anaknya harus menjadi sasaran kesakitan Bundanya dan senang ketika melihat wajah sengsara kedua anaknya. Sungguh benar-benar Ayah yang durhaka. "Adrian! Lebih cepat, sshhhh..." "Aaaa!! Bundaaaa... Tangan Babang jangan diremes!" teriak Babang saat Nara menggenggam tangan anaknya itu ketika kembali merasakan kontraksi yang tiba-tiba muncul. . Nara kembali mengambil nafas banyak-banyak saat kontraksi itu menghilang. Jarak kontraksi sudah semakin dekat dan sering. Itu tandanya sebentar lagi Nara akan melahirkan anaknya. Dariel yang melihat itu hanya memelototkan matanya sambil men

