48

1164 Kata

"Jadi namanya siapa?" Nara tersenyum bahagia sambil menatap tiga lekaki beda usia yang kini juga tengah tersenyum lebar. Adrian mendekat ke arah Nara, lalu mengelus pipi anaknya yang kini tengah mencari-cari sumber makanannya. Ia beberapa kali terkekeh ketika mulut bayi kecil itu sudah mengerucut begitu lucu. "Pelan-pelan, sayang," ujar Nara ketika anaknya sangat bersemangat menyedot air s**u sang ibu. Dariel yang penasaran apa yang lakukan sang adik pun mulai menaiki tubuhnya di atas kasur inap Nara. "Jadinya siapa nama adik kita, Yah?" tanyanya. "Kali ini Ayah kasih kesempatan buat memberi nama adik kalian." Adrian mengalihkan pandangannya kepada kedua anaknya yang kini tengah menatap Nara dan Adrian bergantian. "Serius, Ayah!?" tanya mereka kompak. Adrian mengangguk, hal itu me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN