49

1271 Kata

"Kakak dimana, sih?!" Razka mengusap peluh yang membasahi wajahnya. Sudah dua warung terdekat dari rumahnya ia kunjungi namun Dariel masih juga belum bisa ia temukan. Hal itu cukup membuatnya panik dan kelimpungan. Bermacam pikiran buruk berkeliaran di kepalanya. "Lagipula Bunda aneh banget. Anak CEO kaya kok beli diapres di warung, sih!" Razka mulai menyerah. Ia butuh istirahat sekarang agar bisa melanjutkan kembali pencarian Kakaknya yang hilang. Lalu saat anak laki-laki itu memilih mendudukan pantatnya di atas kursi taman, tiba-tiba matanya menangkap seorang anak laki-laki yang tengah duduk menyandar di sebuah pohon. "KAKAK!" Dariel dengan cepat menoleh saat mendengar suara cempreng khas dari Razka. Dan, benar saja. Anak itu sedang berlari menuju ke arahnya. Cepat-cepat Dariel me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN