"Bang, Kakak belum pula---" Nara menghentikan ucapannya, gerakan tangannya membuka pintu kamar Raziel begerak lebih cepat. Tapi, didalam sana tidak ada tanda-tanda keberadaan Razka. Hanya ada Raziel yang masih terlelap di box-nya. Biasanya jika Razka menjaga Raziel, anak itu biasanya sudah ikut terlelap bersama Raziel diatas karpet bulu. Nara mengembuskan nafasnya perlahan, ia akan di serang panik sekarang. Dilihatnya sekali lagi Raziel yang masih nyaman terlelap, lalu wanita itu kembali keluar dari kamar anaknya. Sehebat-hebatnya ia berusaha untuk tidak panik. Nara tetaplah Nara. Wanita berjiwa keibuan, bahkan sebelum dikarunia anak kandung sendiri. "Astaga, Nara!" Wanita itu mengusap wajahnya kasar saat melihat kamar Dariel dan Razka yang kosong melompong, bukan karena keadaan kamar

