15. Tetangga Baru

1155 Kata

Tidak menjawab, Mas Rega justru menarik tanganku agar keluar dari kamar mandi. Dan dengan cepat-cepat Mas Rega masuk ke dalam. Gler! Pintu kamar mandi itu ditutup dengan kencang oleh Mas Rega. Aku yang khawatir mendekat ke pintu dan mengetuknya beberapa kali. “Mas Rega kenapa?” “Sakit perut,” teriak Mas Rega dari dalam kamar mandi. “Sayang, tolong belikan aku teh hangat, ya!” Mas Rega kembali berteriak. “Iya, Mas. Tapi kamu nggak apa-apa ‘kan?” Pintu di hadapanku seakan menjadi pembatas kami berbicara. Tidak menunggu lama, Mas Rega pun kembali menjawab, “Aku nggak apa-apa, kamu tenang aja.” “Ya udah kalau gitu aku ke depan sebentar, ya. Jangan ke mana-mana sebelum aku pulang!” kataku sebelum berlalu meninggalkan depan kamar mandi. *** Setelah mengambil dompet di kamar, aku se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN