BAB 18

1442 Kata
Olivia Atticus, seorang bangsa blood elf yang merupakan anak pertama sekaligus anak satu - satunya Oliver Atticus. Dia adalah orang yang mendapatkan pelatihan khusus di bawah pengawasan Oliver langsung. Ibu Olivia adalah seorang bangsa elf biasa yang berpindah menjadi blood elf bernama, Nadine Atticus. Olivia secara khusus dikirimkan oleh Oliver untuk mengawasi bangsawan elf dari jarak dekat. Mengingat kejadian yang terus terjadi di Istana Tessitura yang menimbulkan kekhawatiran bagi Oliver. Oliver, elf tertua yang masih hidup hingga detik ini dan saksi dari kejadian Rodion berjanji akan menjaga Tessitura sampai akhir hidupnya. Oliver berjanji tidak akan memilih tidur abadi sebelum menjamin Tessitura aman. Karena bangsa dark elf terutama Rodion masih berkeliaran di luar sana, Oliver memiliki kekhawatiran tersendiri. Dan karena dia tak bisa meninggalkan tempatnya untuk menjaga perbatasan perairan bangsa elf, alhasil Oliver mengirim Olivia. Meski Olivia diminta menjaga identitasnya, tetap saja Olivia akan bersikap dan melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan awalnya. Dan karena cara termudah untuk masuk melewati istana adalah dengan melelaui akademi, alhasil Olivia pun mengikuti ujian akademi elf dan lulus dengan cepat. Kemudian agar bisa mengawasi sang Raja elf, yaitu Fin dari jarak dekat, Olivia mengisi posisi bersama dengan Maverick. Bahkan aktingnya yang bersikap jika ia menyukai Maverick sebenarnya hanyalah sebagian dari rencananya agar bisa dekat dan mengawasi Fin dalam jangkauannya. Olivia tak menutup identitas siapa orang tuanya, namun ia tak mengemukakan jenis ras elf apa kedua orang tuanya. Yang beberapa orang tau termasuk Maverick, Olivia tinggal secara terpisah dan hidup mandiri sejak masuk ke akademi elf demi menggapai cita - citanya yang ingin bekerja di istana. Hari ini, Olivia datang ke Istana Tessitura. Di perjalanan, ia bertemu dengan Maverick yang kebetulan juga hendak pergi menuju ke istana. "Selamat pagi," sapa Olivia yang langsung berjalan seperti biasa setelah berlarian kecil untuk menghampiri Maverick. Maverick menoleh ke arah Olivia dan menganggukan kepalanya, "Pagi." "Tuan, anda sudah sarapan? Saya membawa roti gandum," ujar Olivia. "Tidak perlu, saya sudah makan bersama Ayah saya barusan." "Ah begitu. Enak sekali bisa makan bersama dengan keluarga, aku jadi merindukan makan pagi bersama Ayah dan Ibuku," ujar Olivia. "Maverick kembali menoleh, "Memang kedua orang tuamu kemana?" "Aku tinggal sendiri sejak masuk ke akademi, mereka tinggal di luar Pulau Amadea." "Oh begitu. Jika kau mau sarapan atau makan di rumahku datang saja. Ayahku ada di sana menikmati masa pensiunnya seharian di rumah sembari membaca tumpukan buku - buku yang ada di rak." "Benarkah? Terima kasih. Nanti aku akan datang untuk menumpang makan," balas Olivia bersemangat. Setelah berjalan kaki, mereka akhirnya tiba di Istana Tessitura. Seperti biasa, Maverick yang mengenakan jubah lambang kerajaan langsung mendapatkan izin untuk masuk. Sedangkan Olivia justru ditahan oleh penjaga gerbang dan bahkan menghentikan Olivia sebelum masuk. "Bisa perlihatkan bukti anda lulus ujian akademi dan izin masuk istana?" tanya pengawal itu. Olivia tampak panik karena ia sudah menyerahkan surat - suratnya kemarin kepada Maverick. "Ah aku-" "Dia bersamaku, aku menjaminnya. Karena dia pegawai baru jadi belum mendapatkan lambang kerajaan untuk pakaiannya," ujar Maverick. "Baik," balas pengawal itu kemudian mempersilakan Olivia masuk. Olivia pun masuk dan menghampiri Maverick, "Terima kasih." Maverick dan Olivia kembali berjalan. Mereka pergi menuju ke ruang perkumpulan yang berada di lantai 2. Karena hari ini adalah hari dimana Fin akan membagi kembali beberapa divisi sekaligus menerima laporan tahunan setiap divisi kerajaan. Maverick dan Olivia masuk bersama, entah mengapa Olivia selalu mengikutinya dan Maverick yang bersikap tak acuh pun tak peduli dengan apa yang dilakukan Olivia selagi perlakuannya tidak akan menganggu banyak orang. Para ketua divisi berkumpul di dalam ruangan itu dan menempati kursi kayu yang telah disiapkan. Mulai dari Evans, Luna dan juga Winter hadir disana. Tak lupa Kaiden juga hadir sebagai perwakilan dari akademi. Setelah semua orang berkumpul, Fin pun masuk seorang diri dan duduk di tempat yang paling strategis. "Sepertinya aku tidak akan berbicara panjang lebar, aku minta setiap divisi untuk membuatkan laporan kepadaku seperti yang aku minta beberapa hari lalu. Aku yakin Maverick sudah menyampaikannya pada kalian kan?" ujar Fin. Olivia menyipitkan matanya, untuk pertama kalinya ia melihat Fin setelah menjadi Raja. Auranya terasa beda, terasa lebih berwibawa dan Olivia terasa terpaku melihat sosok Fin. "Dari divisi dapur dan kebutuhan makanan serta sumber daya alam, saat ini dalam kondisi stabil, Tuan. Akhir - akhir ini kacang - kacangan sedang panen dan buah - buahan sedang melimpah," ujar Evans dan langsung dibalas dengan anggukan kepala Fin. Kemudian Evans duduk dan digantikan dengan giliran Luna, "Untuk kebersihan, kemarin kami sudah membersihkan taman dan area kerajaan. Lalu hutan disapu dan sudah dibersihkan," ujar Luna. Fin menganggukan kepalanya, "Kaiden silakan," titah Fin. Kaiden berdiri, "Tahun depan kita akan membuka pelatihan untuk elf baru dan sepertinya akan membuka juga untuk bangsa blood elf yang hendak berlatih. Seperti biasa, test akan dilaksanakan selama 3 bulan." Winter tampak berbincang dengan Luna mendengar bangsa blood elf yang diperbolehkan mendaftar ke akademi. "Apa itu akan baik - baik saja jika mereka bekerja? Mengingat kekuatan sihir mereka yang luar biasa dan sulit dikendalikan..." ujar Evans. "Aku sudah memikirkannya. Sebenarnya Kaiden sudah merundingkannya denganku, dan sepertinya akan aman di daerah Istana," sahut Fin. Evans menganggukan kepalanya. "Lalu untuk lulusan terbaru dan terbaik ada Olivia, dia berasal dari luar Pulau Amadea dan bekerja di Istana, saya harap bisa membantu Istana lebih baik," ujar Kaiden kemudian kembali duduk. "Terima kasih. Aku sudah menerimanya dan beberapa bulan terakhir ia juga bekerja dengan baik bersama dengan Maverick. Aku selalu menerima laporannya. Lalu untuk Winter, bagaimana?" tanya Fin kepada Winter. Winter berdiri dan memegang kedua tangannya, "Saat ini kami sedang mengumpulkan sutra terbaik untuk membuat jubah untuk anda, Tuan." "Oh begitu. Baiklah. Apakah ada kesulitan?" "Tidak ada, Tuan." "Oke kalau begitu. Sepertinya semuanya sudah selesai memberikan laporan. Sekarang aku akan mempersilakan Maverick memberikan laporan terkait beberapa bulan lalu." Winter pun kembali duduk dan kini giliran Maverick. "Beberapa bulan yang lalu, aku dan Olivia pergi ke hutan istana dan disana kami menemukan seekor Oriel liar yang sepertinya berasal dari luar pulau," ujar Maverick. Kaiden tersentak mendengarnya, "Oriel?" "Ya, Oriel. Maka dari itu aku akan membentuk divisi khusus untuk keamanan. Sepertinya keamanan kerajaan juga harus diperhatikan," ujar Fin. "Tapi, Tuan. Bukankah Istana Tessitura aman?" sahut Evans. "Aku selalu berharap demikian tapi aku akan membentuk ini untuk pencegahan. Jika perasaanku tidak salah, aku merasakan ada sihir aneh beberapa waktu lalu. Dan kuharap langkah yang kuambil ini tepat," balas Fin. "Baiklah jika memang dibutuhkan, tunjuk saja ketuanya," ujar Kaiden. Fin menatap Maverick dan menganggukan kepalanya, "Aku menunjuk Maverick sebagai ketua divisi keamanan kerajaan. Apakah ada yang tidak setuju?" Fin mengedarkan pandangannya namun semuanya terdiam. Kemudian Olivia yang secara kebetulan juga hadir di sana langsung angkat tangan. "Permisi Tuan, maaf jika saya lancang, apakah boleh saya bersama dengan Tuan Maverick di divisi keamanan?" tanya Olivia. Semua orang melihat ke arah Olivia, padahal belum ada 1 tahun Olivia bekerja di Istana tapi dia sudah berani menginterupsi Raja. Fin tertawa mendengarnya, "Aku tidak pernah melihat orang yang menginterupsi, tapi sepertinya sekarang aku menyukai kehadiranmu di Istana. Silakan saja, jika kau menyanggupinya," ujar Fin. Olivia tersenyum senang mendengarnya, "Terima kasih Tuan!" "Lalu bagaimana dengan divisi pendataan? Bukankah itu dipegang oleh Maverick selaku ajudan?" sahut Luna. "Pendataan akan dipegang oleh Levi. Aku akan mencoba menjalankan ini selama 5 tahun, jika sekiranya aman, divisi keamanan mungkin akan diketuai oleh Olivia dan Maverick kembali ke ajudan. Tetapi tetap saja, Maverick akan disisiku selama aku belum menikah," jawab Fin. Maverick menggerutu, "Kalau begitu cepatlah menikah," gumam Maverick. Olivia mendengarnya dengan jelas dan tersenyum. Ia tahu bagaimana Maverick yang kerepotan dengan tugas - tugasnya. "Sepertinya itu saja. Nanti beberapa lulusan akademi elf yang baru akan mengisi bagian pendataan dan keamanan. Aku harap semuanya berjalan dengan lancar," ujar Fin. "Nanti aku akan bantu mengaturnya dan memilih elf yang benar - benar pantas," sahut Kaiden. "Terima kasih banyak untuk hari ini," ujar Fin kemudian beranjak dari duduknya dan pamit dari sana. Satu persatu orang keluar. Kini hanya tersisa Levi, Maverick dan juga Olivia. Levi tampak berjalan ke arah Maverick, "Astaga sepertinya aku akan sering lembur dan menginap di ruangan itu. Sekarang aku tinggal sendirian," ujar Levi memasang wajah sedih. "Kau bisa melakukannya, Levi," balas Maverick. "Tuan," panggil Olivia. Maverick menoleh ke arah Olivia, "Ya?" "Apa hari ini kita akan berkeliling?" tanya Olivia. "Sepertinya kita pindahkan beberapa barang. Raja Fin sudah menyiapkan ruangan untuk divisi keamanan sekaligus seleksi beberapa tim untuk tim keamanan," ujar Maverick. Alhasil Levi mau tak mau tetap mengambil posisi itu. Mengatur semua urusan kerajaan keluar masuk yang membuatnya akan semakin botak. Sedangkan Maverick akan bekerja di divisi keamanan bersama dengan Olivia, sembari mereka merapihkan ruangan dan menyeleksi beberapa calon kandidat yang akan lulus dari akademi. Mengingat Kaiden sudah mengirimkan data - datanya kepada Maverick, daftar elf yang akan lulus dengan kemampuan sihir dan kekuatan yang mumpuni tentunya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN