BAB 32

1459 Kata
"APA?!" pekik Kaiden yang juga ikut terkejut saat mendengar Fin yang akan menikah. Fin yang mendengar reaksi Kaiden yang sangat mirip dengan Maverick dan juga Olivia hanya bisa menggelengkan kepalanya kemudian duduk di kursi tempat biasa ia duduk. Tak mau tertinggal, Maverick dan juga Kaiden ikut duduk bersama di meja itu dan menatap Fin dengan tatapan penuh intimidasi. "Apa yang kalian lakukan?" tanya Fin yang merasa risih karena mendapatkan tatapan seolah - olah dirinya adalah tersangka utama sebuah kasus besar, walau sebenarnya adalah iya. Fin akan segera menikah, Kerajaan akan memiliki Ratu dan itu adalah berita yang sangat besar. "Ceritakan pada kami bagaimana kau menghubungi Sanura. Aku bahkan terkejut karena Sanura sama sekali tak pernah bercerita jika kalian saling mengenal satu sama lain," ujar Maverick. "Ceritanya panjang," ujar Fin. "Ceritakan dari bagian yang paling awal," sahut Kaiden. "Benar," balas Maverick menyetujui ucapan Kaiden. Fin menghela napasnya kemudian membuka laci meja dan mengeluarkan beberapa amplop. Maverick dan Kaiden sama - sama mengerenyitkan dahinya. "Kalian bersurat?" tanya Maverick. Fin mengangguk. "Awalnya aku berusaha mengirimkan surat melalui penjaga gerbang tetapi kurang efektif, jadi aku menerbangkan burung hantu dan membawakan surat - surat ini kepada Sanura. Sanura juga membalas suratku," ujar Fin. Maverick tersentak, "Apa?! Mengirimkan orang?" "Ya aku sangat penasaran dengan kondisi di luar tembok. Atlas tidak mengizinkanku untuk patroli. Untung saja penjaga gerbang selamat," ujar Fin. "Kau benar - benar, Fin." "Ini semua karena aku mau tahu kondisimu, bodoh!" ujar Fin. "Tetap saja. Untung saja penjaga gerbang selamat, jika tidak kau harus bertanggung jawab," balas Kaiden. "Ya aku salah, tapi selanjutnya aku mengganti metode. Entah mengapa melalui tulisan tangannya yang tampak cantik aku jatuh cinta kepadanya. Aku memikirkan dia sangat cantik," ujar Fin. Maverick menganggukan kepalanya setuju karena memang benar Sanura cantik. Sadar dengan Maverick yang menganggukan kepalanya tanpa sadar, Fin pun bertanya kepada Maverick. "Kau kan sudah bertemu dengan Sanura, menurutmu dia bagaimana? Apa dia anggun? Baik? Cantik?" tanya Fin dengan pertanyaan bertubi - tubi. Maverick terdiam, memikirkan Sanura. Ia memang cantik dan baik tapi tidak dengan keanggunannya. "Kau akan lihat sendiri jika akan bertemu nanti," ujar Maverick. Fin menghela napasnya dan menatap Maverick dengan tatapan ketus, "Katakan saja. Lagi pula itu masih satu minggu lagi. Kami harus menjemputnya ke Clivis. Aku tak akan membiarkan dia pergi ke Istana Tessitura seorang diri." "Kau meminta seseorang menjemput Sanura di Clivis?" tanya Kaiden. "Iya, memang kenapa?" tanya Fin. "Astaga, aku dari Saga saja kau suruh pulang sendiri. Pilih kasih sekali." "Memangnya kau calon istriku?" "Tentu saja tidak!" Mungkin karena Fin, Maverick dan juga Kaiden yang hanya berbeda beberapa tahun yang menyebabkan kedua orang itu tampak seperti teman sebaya walau sebenarnya mereka adalah pelatih dan murid sewaktu di akademi elf. "Dia cantik, seperti yang kau harapkan. Tenang saja," ujar Maverick. Fin bernapas lega mendengarnya, "Syukurlah." Seketika Maverick tersadar akan sesuatu, "Apa karena itu aku selalu mendapatkan makanan cukup banyak di Clivis? Aku curiga karena selalu mendapatkan makanan enak setiap seminggu sekali. Jangan bilang itu darimu?!" "Tidak juga. Sebenarnya aku hendak memberikan kepada Sanura, tetapi dia bersikeras ingin membaginya. Jadi aku atas namakan saja kepada pasukan Vadazs," ujar Fin. Maverick dan Kaiden sama - sama menggelengkan kepala. Sebetulnya Maverick tahu jika disini adalah Fin yang menyukai Sanura, sedangkan Sanura justru menyukainya. Tetapi jika ia memberitahu Fin jika Sanura menyatakan perasaannya kepadanya, itu pasti akan memperkeruh suasana. Terlebih Maverick memang tak berniat mengambil hati Sanura. Sejak awal ia menganggap Sanura sebagai partner dalam menjalankan misi. "Kalau begitu aku pamit pulang. Aku mau mandi dan masak masakan Ayahku," ujar Maverick. "Kau tidak mau makan di Istana?" tanya Fin. Kaiden ikut menatap Maverick yang hendak pergi. "Besok aku akan kemari dan membantu persiapan untuk pelepasan para anggota pasukan Vadazs yang gugur dan juga ucapan terima kasih kepada pasukan Vadazs sekaligus mengundang calon Ratu ke Istana," ujar Maverick. Fin menyunggingkan senyumanya, "Oke. Sepertinya kau sudah mengerti tugasmu. Aku beruntung memiliki orang kepercayaan sepertimu," ujar Fin. "Kau berhutang banyak kepada Maverick. Saat Maverick menikah nanti, sebaiknya kau hadiahkan istana kepadanya," sahut Kaiden. Maverick tertawa geli mendengarnya. Ia melakukan banyak hal untuk Fin bukan untuk meminta imbalan, tetapi karena ia sudah menganggap Fin seperti saudaranya sendiri. Bahkan ketika Fin sakit, Maverick lah yang paling khawatir dengan kondisi kesehatan Fin. Maverick bisa menemani Fin seharian di sampingnya dan enggan beranjak. Itulah bentuk kesetiaan Maverick yang bahkan tidak ditemukan oleh Fin di orang lain. Setelah berbincang, Maverick pun keluar dari ruangan baca dan pulang menuju rumahnya. Pintu gerbang Istana Tessitura yang semula ditutup rapat akhirnya dibuka atas perintah Fin dan mengatakan jika Netvor telah pergi dan Pulau Amadea telah aman dari serangan makhluk aneh itu. * * * * * 1 minggu kemudian . . . Acara pemberian gelar hormat dan pelepasan simbolis pasukan Vadazs yang gugur Istana Tessitura, Pulau Amadea. * * * * * Hari yang ditunggu oleh Fin akhirnya tiba. Tak hanya Fin saja, para orang tua yang ingin melepaskan lampion untuk mengantarkan tidur anaknya untuk selamanya pun juga turut antusias. Dan yang paling utama adalah Sanura. Wanita itu dengan hormat diundang langsung dan dijemput langsung oleh Maverick. Awalnya wanita itu terheran mengapa ada kereta istana di depan rumahnya. Hal yang lebih mengejutkannya lagi adalah Maverick yang muncul dari dalam sana dan mengatakan ia akan memperkenalkan Sanura dengan Raja Fin. Dekorasi dan meja - meja telah dipasang. Makanan dihidangkan dan musik yang dilantunkan telah terdengar menggema di seluruh penjuru ruangan. Satu per satu rakyat dari sekitar Kerajaan Tessitura berdatangan. Bahkan tak hanya itu saja, dari Clivis dan juga Caspian juga ada yang datang. Tentu saja mereka ingin ikut memberikan ucapan terima kasih atas keberhasilan pasukan Vadazs dalam memberantas Netvor. Sekaligus Maverick yang memperkenalkan desa kecil bernama Desa Caspian yang akan diakui oleh Fin sebagai salah satu wilayah elf yang perlu mendapatkan penjagaan dari Istana. "Tuan Raja telah tiba!" pekik salah seorang pelayan Istana. Sontak saja para tamu undangan yang telah hadir langsung memberikan jalan untuk Fin. Pintu pun terbuka, Fin masuk dan melangkahkan kakinya ke dalam. Kali ini, Fin tak hanya berdua dengan Maverick. Pria itu berjalan dengan seorang wanita cantik yang tak lain adalah Sanura. Dominic, Nikki dan Rose saling berbisik saat melihat Sanura yang hadir bersama dengan Fin. Jika memang Sanura akan menerima penghargaan atau semacamnya, seharusnya Sanura berjalan di belakang Fin. Tetapi ini, Sanura justru berjalan di samping Fin yang menandakan ia akan menjadi pasangan Raja atau calon Ratu Kerajaan Tessitura. Setelah Fin dan Sanura duduk di tempatnya, barulah Maverick membuka acara malam itu. "Malam ini adalah malam spesial. Selain kita akan mengadakan acara pesta untuk merayakan keberhasilan pasukan Vadazs yang berhasil memberantas Netvor di Clivis serta mengantarkan para anggota pasukan yang gugur. Kita juga akan menerima pengumuman penting dari Raja Fin yang akan langsung disampaikan oleh - Nya," ujar Maverick. Maverick undur diri kemudian mempersilakan Raja Fin membuka acara malam itu. Dengan tangan terangkat ke atas dan menghunuskan pedang ke langit - langit, Fin mengucapkan rasa terima kasihnya sebagai Raja atas keberhasilan pasukan Vadazs. "Aku berterima kasih kepada seluruh anggota Vadazs yang telah berhasil memberantas Netvor, menjadi pribadi yang pemberani serta kembali dengan selamat," ujar Fin. Semua orang bersorak. Kemudian kembali berhenti saat Fin hendak melanjutkan pembicaraannya. "Dan malam ini, kita bersama - sama akan melepas kepergian mereka yang telah gugur dengan menerbangkan lampion ke udara," ujar Fin lagi. Di luar sana, Atlas beserta Kaiden menerbangkan 2 buah lampion dengan tulisan anggota pasukanVadazs yang telah gugur. Para orang tua yang kehilangan anaknya menangis terharu. Kematian anaknya tidak sia - sia, karena mereka mendapatkan pengakuan langsung dari Raja dan dihantarkan ke langit sembari dilihat oleh banyak elf yang hadir. "Lalu terakhir, aku akan mengumumkan sekaligus memperkenalkan Sanura, sebagai calon istriku," ujar Fin. Semua orang tersentak. Termasuk Olivia yang kembali tersentak untuk kesekian kalinya. Dominic beserta pasukan Vadazs yang lain saling menatap satu sama lain. Berita yang tak biasa dan sangat mendadak. Bahkan mereka tahu betul jika Sanura sepertinya tampak menyukai Maverick dibandingkan Fin. Setelah Fin mengumumkan Sanura akan menjadi istrinya, Sanura pun berdiri mengangkat gelas berisikan minuman miliknya dan meminumnya sebagai tanda ia menerima lamaran dari Fin. Woooohhooo ! Semua orang bersorak ramai. Akhirnya Raja mereka menemukan wanita yang pas. Selama ini Maverick susah payah menemukan wanita yang cocok dijadikan Ratu, tapi pada akhirnya Fin jatuh cinta pada wanita yang tak pernah ia duga selama ini. "Selamat," ujar Maverick kepada Sanura dari kejauhan. Sanura yang menatapnya hanya tersenyum kemudian menganggukan kepalanya, "Terima kasih." Dalam hati Sanura, ada rasa kecewa sekaligus sakit hati. Sebenarnya saat kereta kuda kerajaan datang ke depan rumahnya dan saat Maverick muncul, Sanura berharap banyak. Wanita itu berharap Maverick menarik kembali ucapannya dan memilih Sanura sebagai pendamping hidupnya. Tetapi perkiraannya salah. Raja - lah yang jatuh cinta kepadanya. Sehingga wanita itu, kini akan melepas perasaannya yang selama 2 tahun ini ia pendam seorang diri dan bahkan mendapatkan penolakan saat ia mencoba memulai mengutarakannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN