"Enggak. Nanti malam aja ya? Sabar ya, Mas." Zahra tersenyum penuh arti membuat Raynand penasaran apa yang ada di kepala cantik istrinya. ??? Waktu terus berlalu. Langit memberikan ruangnya untuk jalur mentari pergi ke ufuk barat. Dan berakhir dengan semburat jingga cantik memenuhi ruang langit. Langit indah di senja hari, menemani kicau burung yang kembali ke sarang. Pertanda bahwa petang telah tiba. Suasana syahdu ini semakin indah dengan dikumandangkannya suara adzan merdu sang muadzin. "Alhamdulillah udah magrib," ucap Raynand berbahagia. Seperti seorang bocah yang menunggu adzan magrib untuk berbuka puasa. Sikap itu tentu saja membuat Zahra tersenyum melihat tingkah kekanakan suaminya. "Kok kamu merenges gitu sih?" tanya Raynand bingung. Zahra yang awalnya terus tersenyum dan men

