Raynand tampak murung saat menyapa putra nya. Hati nya membeku. Seolah ada ribuan freezer di sekitar nya. Hati nya sungguh miris dan teramat pilu melihat putra nya tampak lemah dengan berbagai alat medis di tubuh mungil itu. Raynand meneteskan air mata lagi, lagi dan lagi. Bibirnya tak mampu mengucapkan apapun. Hanya bergetar menahan tangis dan menggumamkan nama Tuhan nya. Pandangan mata nya tak lepas dari bayi mungil yang teramat mungil dengan bobot 1,9kg. Bayi itu tampak menggeliat lemah dalam tabung yang dilengkapi alat medis. Bayi yang nampak lemah itu sesekali mengerjapkan mata nya dengan lemah dan perlahan. Raynand sungguh tak tega melihat tubuh bayi mungil itu yang kemerahan dengan kulit setipis ari. Bahkan organ tubuhnya terlihat seolah tubuh itu transparan. Raynand memasukkan

