DOR... Suara pelepasan peluru itu menggema. Rayyan menatap apel yang terpental, karena peluru tepat mengenai tubuh merah nya. Rayyan pun menghela nafas lega. Kemudian terduduk lemas di granit hitam yang dingin. Sedangkan Raynand. Masih diam dalam posisi nya. Antara lega dan sesak. Lega karena telah bebas dari maut yang mencekam. Namun juga sesak, karena dia bebas di atas penderitaan adik nya. Raynand sungguh tak ingin dalam posisi ini. Dia merasa telah menjadi laki-laki lemah yang tak bisa menjaga dirinya sendiri. Sedangkan Mr.Felix justru bertepuk tangan. Wajah evil nya langsung berubah menjadi sangat bersahabat. PROK... PROK... PROK... Penguasa dunia bisnis itu berjalan ke arah Rayyan yang masih terduduk lemas dengan keringat dingin yang membanjiri tubuh nya. "Kau sungguh hebat dan

