TOK... TOK... TOK... "Silahkan masuk." Ucap Indra lemah. "Assalamualaikum Ayah..." Raynand segera masuk ke ruang rawat ayah nya. "Nak.. Kau datang?" Ucap Ayah saat Raynand mencium punggung tangan nya. "Tentu saja aku datang. Kau ayah ku... Memangnya kau sudah tak mengakui ku lagi sebagai anak?" Ucap Raynand asal. "Ish kau ini... Tidak sopan pada orang tua." Ucap ayah. "Habis Ayah ngomong nya begitu. Terkesan meragukan kedatangan ku." Entah mengapa akhir-akhir ini Raynand merasa lebih sensitif. Mungkin karena pikirannya yang melanda. Buah dari rasa bersalahnya kepada Rayyan. "Hahaha... Maaf Ayah tak bermaksud seperti itu." Ucap Indra tertawa. Sungguh dia merasa putranya jauh lebih sensitif saat ini. Padahal biasanya Raynand adalah anak yang tak terlalu banyak menggunakan perasaan. "

