Malam pertama

1595 Kata

Rayyan menggenggam jemari Aurel dengan erat. Dia tersenyum hangat pada gadis itu. Mereka datang dengan couple batik bernuansa biru. Rayyan dan Aurel nampak serasi. Namun ada hal yang nampak berbeda dari gadis itu. Aurel memangkas rambutnya hingga sebahu. Dia pun meluruskannya. Tak ada wajah penuh dendam dan amarah. Kini Aurel tampak lebih manis dan tenang. Aurel juga tersenyum tak kalah manis dari Rayyan. Dia berusaha tampak baik-baik saja. Padahal ada rasa iri dalam hati gadis itu. Dia pun ingin merasakan pernikahan bahagia. Tapi apakah ada pria yang mau dengan wanita rusak moral seperti diri nya? "Are you OK?" Ucap Rayyan memecah lamunan Aurel. "Yes." "Ada Aku Di Sini." Ucap Rayyan menggenggam jemari Aurel dan menatap mata biru itu dalam. "Percayalah... Aku akan selalu disisi mu."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN