Tak butuh bunga

1347 Kata

"Kak... Bun... Dedenya nendang tangan aku... Ihhh... Gemes deh. Dede... Ini Aunty Princess... Assalamualaikum..." Ucap Aurel gemas. "Waalaikum salam Aunty..." Ucap Zahra mewakili janin nya membalas salam dari Aurel. "Bunda gerak lagi ini Bunda..." Aurel kembali tertawa merasakan tendangan dari dalam perut Zahra. "Kamu lebay deh. Jangan teriak- gitu. Nanti adik nya kaget di dalam." Ucap Silvi tersenyum melihat sikap putrinya. "Bunda... Tuh gerakan nya sekarang teratur. Cetuk... Cetuk... Cetuk... Gitu... Iiih... Aku gemes deh. Akhirnya aku akan punya adik. Aku senang sekali." Ucap Aurel begitu bahagia. "Coba... Bunda mau merasakan. Juga." "Di sini nih Bun." Ucap Aurel meraih tangan Bunda nya untuk mengusap di area yang sedang dia tunjukkan. Sedangkan Zahra terus saja tersenyum dan tert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN