Andai

1122 Kata

Rayza dan Zahra melangkahkan kaki mereka seirama. Kini mereka sudah sampai di halaman besar kediaman keluarga Surya. Siring dengan langkah kaki, Raynand terus menggenggam tangan Zahra. Seolah tak ingin jauh dari wanita itu. "Sayang," panggil Raynand membuat Zahra menoleh dengan wajah tersipu malu. Panggilan itu terdengar asing namun sukses menggetarkan semesta hati Zahra. Zahra menengadahkan kepalanya dan lagi-lagi dia menikmati senyuman indah pria yang telah menjadi suaminya. "Kita tinggal di rumah ini lagi ya?" Tanya Raynand. "Iya, Mas." Suara Zahra yang lembut selaku sukses membuat hati Raynand tenang. "Assalamualaikum," ucap Raynand saat membuka pintu utama. "Waalaikum salam. Raynand? Zahra? Kok enggak kasih kabar kalau kembali hari ini?" Tanya Silvi. Wanita itu begitu terkejut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN