Rayyan sungguh gelisah. Sejak kepergian Raynand bersama Aurel, hati nya tak tenang. Rayyan berharap tidak ada sesuatu yang buruk terjadi pada saudara nya. Hati kecilnya terus melafalkan doa agar sang kembaran tidak dalam kondisi berbahaya dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Rayyan menarik ponsel yang berada dalam saku nya. Kemudian mengintip notifikasi di sana. Namun sayang, tak ada satupun notifikasi dari saudara kembar nya itu. Mendengar suara knop pintu di buka, Rayyan segera menoleh. Nafas kecewa pun dia hembuskan. Karena yang datang bukan Raynand melainkan adik kecilnya, Aurel bersama kedua orang tuanya dan kedua orang tua Zahra. "Assalamualaikum wr..." Ucap mereka saat memasuki ruang perawatan Zahra. "Waalaikum salam..." Jawab Rayyan. "Kamu sedang menjaga calon kakak ipar mu

