Jam menunjukan waktu tengah hari saat aku dan Vani selesai melakukan perawatan. Tubuhku rasanya begitu segar, seperti handphone yang baru saja diisi penuh dengan daya. Kini kami berdua tengah menuju salah satu pusat perbelanjaan yang besar di ibu kota. Vani membawaku masuk ke sebuah outlet baju bermerk. Jangan ditanya bagaimana bila wanita bertemu dengan barang-barang mewah dan segala perintilan aksesoris yang memanjakan mata. Bisa jadi kami keluar dengan dompet kosong melompong kalau napsu berbelanja kami dituruti. Untunglah aku bukan wanita seperti itu, setidaknya aku tidak selalu gelap mata untuk membelanjakan uang pada benda-benda yang menurutku tidak terlalu penting, meski terkadang keinginan itu muncul juga. Vani membeli sebuah blouse asimetris bermotif strip garis berwarna biru

