Double date.

1023 Kata

Rama POV. Aku bisa mengatakan inilah keputusan paling konyol yang ku buat berdasarkan emosi. Sore ini aku menembus padatnya jalanan ibu kota dengan si merah, menuju tempat dimana Vani memintaku untuk datang. Dalam hati aku menertawakan diriku sendiri, penolakkan Sita membuatku harus melakukan hal ini. Aku sama sekali tidak bisa mempercayai apa yang terucap dari mulut Sita. Bibirnya mengatakan tidak memiliki perasaan apapun terhadapku, tapi matanya mengatakan hal lain. Tapi bahkan gadis ceroboh itu memintaku untuk dekat dengan sahabatnya. Oke, aku akan turuti apa yang dia mau, bukan karena aku memang menginginkan untuk dekat dengan Vani. Tapi karena aku ingin memastikan apa dia benar-benar tidak memiliki perasaan apapun terhadapku. Meski rasanya aku begitu terganggu dengan sikap gadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN