Mobil terus melaju, meski tanganku telah diikat dengan tambang dan mulutku di bekap menggunakan kaos Kumal dengan bau menjijikkan, tapi mataku dibiarkan tak tertutup. Sehingga aku masih bisa melihat keluar jendela kaca mobil, kami melewati komplek perumahan penduduk dan menjauh dari keramaian. Aku rasa mereka membawaku ke tepi bantaran kali besar. Mobil berhenti tepat di daerah yang sepi, aku melihat kawasan bantaran yang penuh dengan tumpukan sampah. Sebenarnya tidak jauh dari sini ada pemukiman kumuh milik penduduk, andai mulutku tidak disumpal, berteriakpun tidak akan terdengar. Aku diseret keluar oleh kedua lelaki yang jelas-jelas tidak ku kenali ini. Yang menipuku dan akhirnya membawaku dengan paksa seperti ini. Si lelaki kurus berambut merah memegangiku yang masih diikat, kemudia

