Sita POV. Mendengar perdebatan antara Rama dengan neneknya membuatku menemukan sedikit benang merah. Yang bisa kutangkap adalah, Rama pergi dari rumah karena berselisih pendapat hingga neneknya memintanya menikah muda. "Nyai juragan, makanannya sudah siap." Bi enoh menghampiri kami sambil membungkukkan badan sopan. "Iya." Nini menganggukkan kepala. "Ayo kita makan siang dulu," ucapnya menatapku, aku hanya mengangguk sesopan mungkin. "Rama, ajak neng Sita makan," titah nini sambil melangkah ke pintu yang kuduga menuju ruang makan. Rama mengangguk padaku, mengisyaratkan aku untuk mengikutinya. Benar adanya, ruang makan terletak di sebelah ruang tamu. Ruangan ini cukup luas, dengan meja makan besar cukup untuk sepuluh orang. Nini duduk dengan anggun di kursi yang terletak diujung meja

