"aku langsung pulang ya, ta. Sampai ketemu lagi." Kak Ivan mencodongkan tubuhnya dari balik jendela mobil saat aku sudah keluar. "Iya, kak...makasih ya. Hati-hati di jalan." Aku melambaikan tanganku mengiringi mobilnya yang mulai melaju pergi dari jalan depan rumahku. Aku melirik jam tangan sebentar, sudah hampir jam sembilan malam. Kulangkahkan kaki cepat, tapi tiba-tiba sebuah tangan mencekal lenganku, hampir saja aku berteriak, saat kemudian sebuah tangan lagi menutup rapat mulutku. Mataku membulat sempurna menatap siapa pemilik kedua tangan itu. Adam melepaskan tangannya dari mulutku. "Sshh, diam ta. Gak usah teriak," ucapnya sambil meletakkan telunjuknya di bibir, mengisyaratkan aku untuk tetap diam. "Oke, aku gak akan teriak, tapi lepasin." Aku menarik paksa tanganku yang berada

