"Pagi mbak Sita." Aku menoleh cepat sambil memasang senyum terbaikku setelah tahu siapa pemilik suara tersebut. "Pagi Anne," jawabku pada gadis manis berkerudung itu. "Bareng sama Rama lagi?" Tanyanya sambil mendekat ke mejaku. Aku mengangguk sebagai jawaban, dan dia tersenyum penuh arti. "Kenapa?" Aku mengernyit tak mampu mengartikan senyuman di wajahnya itu. "Udah berapa lama mbak?" "Apanya?" Aku meraih lembaran kertas yang bertumpuk di sisi mejaku. Berpura-pura tak mengerti. "Jadiannya! Mbak Sita pacaran kan sama dia?" Kulihat Anne menaik-naikkan alisnya, membuatku mengulum senyum. "Kata siapa?" Aku mengelak sambil mulai menyalakan komputer di hadapanku. "Semua orang juga bisa lihat kali mbak, udah tiga hari ini mbak Sita bareng terus kan sama Rama. Kalau gak ada apa-apa yang

