Nini oh Nini (sandiwara #2)

1069 Kata

Disinilah aku sekarang, duduk dengan kaku di sebuah kursi kayu dengan ukiran yang indah, Nini melangkah mendekat ke arahku. Apakah ini akan menjadi sesi perkenalan calon menantu dengan calon mertua? Kenapa Rama tidak memperkenalkanku langsung saja, sejak tadi dia hanya menyebutku sebagai calonnya. Merepotkan! Aku harus bagaimana di hadapan nini? Oh iya, Jika yang kalian bayangkan tentang Nini adalah wanita sepuh yang renta dan lemah maka bayangan kalian seratus persen salah. Nini memang telah berumur, rambutnya yang digelung rapi pun telah dihiasi uban di sana-sini. Namun tubuhnya masih tegap, meski terbungkus kulit yang telah sedikit berkeriput, tapi tubuhnya masih segar dan nampak sehat. "Neng geulis teh namina saha?" Tanya Nini beberapa saat setelah duduk tepat di depanku. "Maaf?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN