Sandiwara #1

1039 Kata

Sita POV. Persis seperti yang kuduga, perjalanan panjang dengan motor amat sangat melelahkan. Sekujur badanku rasanya begitu pegal, kakiku rasanya mati rasa karena terlalu lama kesemutan. Memang, hampir tiga kali kami berhenti untuk sekedar beristirahat dan mendinginkan mesin motor. "Masih lama?" Tanyaku untuk yang kesekian kali. "Enggak, paling sepuluh menit lagi kita sampai," jawabnya. Medan yang kami lalui mulai nampak seperti pegunungan, aku tidak tahu apa nama daerah ini, tapi aku menyukai udaranya. Hawa sejuk cenderung dingin menyegarkan, hamparan perkebunan teh memanjakan mata. Sejauh mata memandang hanya kehijauan alami yang menenangkan, aku suka, sangat suka. Yang aku ingat kami sudah melewati pusat kota Bandung sekitar setengah jam yang lalu. Dari yang Rama bilang, keluarga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN