Author_ Sepasang suami istri itu tersenyum Lamat melepas putri sulungnya dari teras depan. Tidak menyangka putrinya yang beberapa Minggu belakangan ini hancur telah bangkit kembali. Menemukan seseorang yang bisa mengembalikan senyum di wajahnya walau sedikit. "Kok ayah bisa secepat itu percaya pada nak Rama? Padahal kan ayah baru bertemu sekali ini?" Tanya sang istri saat keduanya mulai duduk di kursi rotan pagi itu. Sang suami tersenyum. Memang benar, rasanya terlalu cepat mempercayakan Sita pergi dengan pria yang bagi mereka masih terasa asing. Terlebih perjalanan itu cukup jauh. Bahkan kedatangan Rama baru pertama kali, langsung menghadap kepadanya, memperkenalkan diri dengan baik, dengan tujuan baik ingin memperkenalkan Sita kepada keluarganya. "Naluri ayah bilang kalau Rama anak y

