Berpeganganlah dengan erat!

1115 Kata

"Kalau begitu kami berdua ijin untuk berangkat sekarang, Tante, om, takut kesiangan. Terimakasih sarapannya," ujar Rama setelah semua orang selesai menikmati sarapan. Rama mulai berdiri, aku mengikutinya, begitu pula ibu dan ayah. Sementara Adam dan Diani masih duduk di sana tidak peduli. Dasar lelaki tidak tahu diri. "Ya sudah, kalian berangkat saja, perjalanan ke Bandung kan lumayan jauh, hati-hati di jalan, tolong jaga anak saya, jangan sampai terjadi apa-apa pada Sita," ucap ayah saat kami semua beriringan untuk keluar. "Kita naik apa?" Tanyaku, karena kalau ke stasiun kereta atau terminal bus mungkin bisa meminta tolong ayah untuk mengantarkan. "Itu," jawab Rama sambil memajukan dagunya memberi isyarat untuk melihat ke arah yang dia maksud saat kami sudah mencapai ambang pintu. A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN