Sebuah Kesepakatan.

1140 Kata

Niat hati ingin mengabaikan pesan yang ku terima tadi siang. Apa daya rasa penasaran mendera lebih kuat. Benar rasanya, wanita itu memang lebih mengutamakan perasaan dan mengesampingkan logika. Aku melajukan sekuter menuju kafe kenanga, letaknya tidak jauh dari kantor. Hanya di seberang jalan dekat pertigaan jalan Sudirman. Tidak sampai sepuluh menit aku sudah tiba di tempat dimana orang itu memintaku datang. Ketika aku masuk, telah disambut dengan live music akustik yang mengalun lembut. Seorang gadis cantik menyanyikan you are the reason, milik Calum Scott. Diiringi petikan gitar akustik oleh seorang lelaki mengenakan topi, tubuhnya sedikit merunduk memainkan dawai gitar. Aku menatap sekeliling, suasana kafe lumayan ramai. Beberapa pengunjung tampak duduk sambil menikmati makanan maup

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN