Aku bangun dengan perasaan yang tidak karuan. Semalaman aku tidak bisa tidur dengan nyenyak. Entah sampai kapan harus seperti ini, tinggal di bawah atap yang sama dengan Diani dan mas Adam seperti ini? Ini baru hari pertama, tapi rasanya sudah membuatku sengsara berabad-abad lamanya. Akan ku tanyakan perihal ini nanti kepada ibu, tidak mungkin kan selamanya lelaki itu numpang tinggal di rumah kami, bukankah dia punya rumah sendiri, istri yang harus ikut suami bukan sebaliknya. Lebih baik aku segera bersiap ke kantor, tidak sampai 45 menit semua sudah siap. Setelan kemeja berwarna tosca dan celana bahan berwarna putih melekat rapi di tubuh. Aku menguncir rambut panjang ku tinggi ponytail. Tidak lupa menyemprotkan wewangian beraroma vanila di tubuhku. "Siap." Aku mematut diri di cermin s

