Sita POV Cahaya matahari mulai terasa menyengat kulit, panasnya seolah memantul dari aspal yang menghitam. Ditambah dengan debu jalanan kota Jakarta yang beterbangan serta asap yang keluar dari setiap kenalpot kendaraan yang seperti berebut hendak mendahului satu sama lain. Lagi kakiku terasa keram. "Rama berhenti dulu yuk, kakiku kesemutan nih." Aku melirik jam yang melingkar di tangan, waktu juga telah menunjukkan jam makan siang. "Kita istirahat sambil makan dulu deh, laper, pegel lagi," lanjutku. "Tapi sebentar lagi nyampe rumah. Tapi kalau mau makan dulu juga gak papa lah," jawabnya. Rama memutuskan untuk mengajakku makan, dia memutar balikkan motornya menuju warung bakso kaki lima di tepi jalan. Aku tak masalah dia mengajakku makan dimana, yang terpenting aku bisa mengistirahatka

