Sejak pagi pikiran Vani beterbangan. Fokusnya benar-benar terbagi. Matanya terus mengawasi layar komputer yang menyala di depannya, tapi pikirannya tidak berada di sana. Sejak kemarin Sita tidak bisa dia hubungi, biasanya mereka akan saling mengirimkan pesan yang tidak penting. Tapi saat dirinya mengirimi Sita pesan pada aplikasi hijau, yang ada hanya centang satu. Vani masih berpikir rasional, mungki Sita lelah dan sedang tidak ingin diganggu mengingat kemarin adalah hari Minggu. Tapi...semuanya mulai mencurigakan, saat Sita tiba-tiba tidak datang ke kantor. Sita tidak akan absen begitu saja tanpa mengabarinya, bukankah mereka bersahabat begitu dekat selama ini. Dan anehnya lagi sejak tadi pagi dia sama sekali belum melihat Rama dimanapun. Vani yang khawatir dengan keadaan Sita menelep

