Sita POV. "Makasih ya." Aku menatap pria paling tampan di hidupku yang tengah meneguk capuccino miliknya. "Untuk?" Tanyanya sambil meletakkan kembali gelas miliknya ke atas meja, kemudian menatapku dengan intens. "Karena kamu udah bikin aku jadi wanita paling bahagia hari ini." Butuh keberanian lebih untuk mengungkapkan perasaan seperti ini, tapi aku memilih tak peduli, aku hanya ingin dia tahu isi hatiku bahwa aku memang benar-benar beruntung memilikinya. "Aku yang harusnya berterimakasih ke kamu, karena kamu mau menerima cinta seorang office boy sekaligus pengamen ini." Selorohnya sambil tersenyum. "Apaan sih?" Aku mengulum senyum. "Emang ya, aura-aura orang yang lagi kasmaran tuh beda, bawaannya senyum Mulu, nempel-nempel Mulu." Seorang kawan Rama yang tadi semapt memperkenalkan d

