Aku menjumpai sisiku yang lain jika bersamamu. Setelah ke awkward kondisiku dengan pak Ranu, kami memutuskan untuk keluar dari kamar demi menghindari pemikiran yang tidak-tidak, dari Elam dan juga ibu. Namun disaat kami keluar, aku malah memergoki Elam tengah mendekati Rhea, alias ibu, di kursi meja makan, seolah mereka akan berciuman? “Oh, ada Elam.” Pak Ranu sengaja menegur Elam, sebelum kekasihku itu kembali nakal jika dibiarkan begitu saja. “Biasa, Pak. Ada yang WA minta dikunjungin, karena katanya dari tadi ibu sama ayahnya sibuk di kamar.” Elam mencuri pandang untuk melirikku yang kini berdiri di belakang tubuh pak Ranu. Tatapan jahil itu biasanya menjadi kebiasaan Elam untuk menggoda Rhea. Tetapi kali ini dia berikan kepadaku, yang berada di dalam tubuh ibu. Jangan bilang Ela

