Bab 56

1538 Kata

Yang tidak sekalipun pernah terbayangkan malah kini menjadi kenyataan. Senin pagi kali ini dimulai dengan kondisi yang sangat awkward. Bagaimana tidak awkward, dua bantal guling yang biasanya ada di tengah kami, antara aku dan pak Ranu, pagi ini menghilang. Aku yang dikagetkan dengan sentuhan tangannya pada bagian pinggangku, hampir saja teriak ketika membuka mata ini. Menatap tidak percaya dengan posisi tidur kami, aku berusaha mengembalikan memori semalam. Ketika kami saling bercerita dengan aku berada di pangkuannya. Walau memang sangat intim posisi itu, namun hebatnya pak Ranu masih bisa menahannya. Menahan tangan nakalnya dan juga napsunya. Tapi melihat kondisiku bangun pagi ini, apa mungkin aku yang tidak bisa mengkontrol diri ketika di dekatnya? Menggaruk kepala sembari menatap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN