Diluar akal sehat. Aku malah seperti seorang pengemis atas milikku sendiri. Ribut lagi. Pusing lagi. Terus saja seperti ini hubungan kami. Mungkin semua ini efek terjebak dalam tubuh yang salah, sehingga ada saja hal yang tidak pernah terpikir sebelumnya malah kejadian disaat seperti ini. “ARGHHH … KENAPA GUE MALAH BEGINI SIH!!!” Menjerit kencang, aku merasa bodoh sendiri karena memperebutkan pak Ranu dengan ibu tadi. Apalagi sikap ibu yang tidak mau mengalah sedikitpun, semakin memancing kekesalanku. Aku mengusirnya keluar dari kamar, dan tidak mengembalikan ponsel yang sebelumnya dipegang oleh ibu. “Serius enggak paham, yang salah siapa,” gumamku dengan sebelah tangan menjambak rambut ini. Helaian rambut yang rontok, entah karena jambakan tanganku, atau karena faktor usia, membu

