Perkenalan adalah langkah awal, dimana kelanjutan tercipta, atau memilih stuck selamanya. Tidak terasa sampai pukul 01.00 pagi aku menemani pak Ranu mengerjakan pekerjaannya. Sesekali dia akan fokus pada laptopnya, seolah memberikanku waktu untuk bisa menatapnya sepuas hati. Namun ketika ada pembicaraan menarik tercipta di antara kami, dia akan dengan mudah menutup layar laptopnya, menikmati kopi yang tadi kubuatkan sambil terus menatap wajahku. Sangat sederhana tapi terasa manisnya. “Yuk ah tidur,” ajaknya yang benar-benar siap mematikan laptop. Mataku yang sudah setengah terpenjam, mengangguk setuju. “Kamu jangan lupa minum obat dulu,” ucap pak Ranu mengingatkan. Aku yang berjalan lebih dulu ke kamar, langsung mencari plastik obat yang tadi sudah dibawa pak Ranu. Meneguk secara

