Memahamimu dengan posisi yang berbeda, malah membuatku jadi lupa diri. Satu kata untuk pak Ranu saat ini. MANJA! Seriously, dia manja sekali ketika aku suapi. Ada saja tingkahnya yang membuat bibirku ingin meringis, dan berkata, enggak inget umur!! Lihat saja kini, menyuapinya dengan waktu yang sangat lama, bisa-bisanya dia malah bersandar nyaman di tubuhku. Posisi kami yang begitu dekat, dan saling berhadapan, pak Ranu malah menyandarkan kepalanya di bahuku. Suapan yang sudah masuk ke dalam mulutnya sengaja dia emut, seperti anak kecil yang susah untuk disuapi. Apa ibu tidak salah orang, menikahi laki-laki seperti ini? Gila saja. Rasa-rasanya Elam tidak pernah seaneh ini ketika sakit. Dia bahkan sangat dewasa menurutku, karena tidak mau membebankanku. Tapi pak Ranu ini? Aku sampai h

