Izinkan aku menangis kali ini, agar aku siap menyambut masa depanmu dengan canda tawa. Menangis. Satu hal itu yang bisa kulakukan kali ini. Aku benar-benar dilema. Ingin menceritakan semuanya kepada Elam. Namun aku ragu. Aku ragu Elam tidak mempercayaiku. Aku ragu hasil ceritaku itu malah menjadi beban tersendiri untuknya. Sungguh aku tidak mau itu terjadi. Lagi pulang sekarang kondisi aku dan ibu sudah kembali normal. Harusnya aku tidak perlu memberitahu Elam lagi mengenai perkara pertukaran roh yang terjadi/ Akan tetapi … ya Tuhan, kini Elam sedang melamarku. Masa iya aku akan memulai suatu hubungan yang lebih serius dengan Elam berlandaskan kebohongan. Ah, lebih tepatnya menyembunyikan sebuah fakta penting. Yang mungkin saja bila Elam tahu nanti, akan mengacaukan semuanya. Bukanka
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


